Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Peringati Haul Abah Syarif Yusuf Hamdani dan Ibu Sadiyem: Pentingnya Menjaga Kesucian Hati dan Mewaspadai Tipu Daya Hawa Nafsu

· 3 menit baca

Peringati Haul Abah Syarif Yusuf Hamdani dan Ibu Sadiyem: Pentingnya Menjaga Kesucian Hati dan Mewaspadai Tipu Daya Hawa Nafsu

Peringati Haul Abah Syarif Yusuf Hamdani dan Ibu Sadiyem: Pentingnya Menjaga Kesucian Hati dan Mewaspadai Tipu Daya Hawa Nafsu

 

​CIREBON, INDONESIA, 18/10/2026 — Dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan, majelis peringatan Haul Abah Syarif Yusuf Hamdani dan Ibu Sadiyem sukses diselenggarakan. Acara ini menjadi momentum spiritual penting bagi umat, khususnya warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, untuk kembali merenungkan hakikat penilaian Allah SWT terhadap hamba-Nya serta memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kedaulatan moral diri.

​Dalam tausiyah utama yang disampaikan, ditekankan pesan mendalam berlandaskan hadis sahih Rasulullah SAW ("Innalloha laa yanzhuru ila shuwarikum..."), yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (HR. Muslim nomor 2564).

• Teks Hadis:

“إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَىٰ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ”

• Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk fisik dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal perbuatan kalian.”

Bahwa Alloh SWT tidak melihat bentuk rupa, warna kulit, maupun kelimpahan harta benda seseorang. Satu-satunya yang menjadi tolak ukur penilaian Allah adalah kesucian hati dan kebaikan amal perbuatan, menurut Pitutur luhur dari Kiai Mukhtar Mu'thi. 

 

Poin-Poin Inti Pesan Spiritual dan Kebangsaan:

 

​Hati Sebagai Raja Dalam Diri Manusia

Hati diposisikan sebagai "raja" dan seluruh anggota badan adalah "rakyatnya". Hati merupakan sumber utama dari segala niat, ucapan, dan perbuatan. Jika hati seseorang baik, maka akan terpancar kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas. Sebaliknya, jika hati dirusak oleh penyakit rohani, perbuatan yang dihasilkan pun akan membawa dampak destruktif. Tanpa kelurusan hati, segala amal perbuatan berisiko menjadi sia-sia (musproh) atau sebatas permainan belaka (la’ibun wa lahwun), imbuhnya. 

 

Bahaya Hawa Nafsu dan Syirik Besar (Syirkul Khabir)

 

Peringatan keras disampaikan mengenai bahaya hawa nafsu yang sering kali menyusup halus di dalam hati. Hawa nafsu digambarkan sebagai pusat kejahatan yang berusaha "menjadi tuhan" di dalam diri manusia. Menuruti hawa nafsu tidak hanya merusak tatanan kehidupan—sebagaimana diperingatkan dalam Al-Qur'an bahwa langit dan bumi bisa hancur jika kebenaran mengikuti hawa nafsu—tetapi juga menjatuhkan seseorang ke dalam Syirkul Khabir (syirik besar) yang sangat dimurkai Allah SWT.

 

​Penegasan 8 Kesanggupan Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah

 

Pentingnya menghargai waktu dan konsistensi diri ditegaskan melalui 8 Kesanggupan Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Seluruh jamaah dan warga diimbau untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan benar-benar menjadikan nilai-nilai kesanggupan tersebut sebagai pedoman hidup nyata, bukan sekadar formalitas.

 

Penutup dan Doa Bersama:

 

​Rangkaian acara Haul diawali dengan pembacaan doa Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa, memohon agar almarhum Abah Syarif Yusuf Hamdani dan almarhumah Ibu Sadiyem senantiasa mendapat curahan rahmat, maghfirah, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Acara ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh hadirin untuk senantiasa menata niat, membersihkan hati dari fitnah dan hawa nafsu, serta mempererat silaturahmi demi keutuhan umat dan bangsa.

 

  ​"Allah tidak menilai rupa dan hartamu, melainkan hati dan amalmu. Menjaga kesucian hati adalah benteng utama agar kita tidak tertipu oleh hawa nafsu dan adu domba."

 

Tentang Pengelenggara / Media Opshid Cirebon:

 

MEDIA Opshid Cirebon adalah sarana publikasi dan informasi yang berkomitmen menyebarkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan pembinaan moral rohani demi terwujudnya kedamaian serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis:

Editor: PRY