ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mengabdi Tanpa APBN: OPSHID Bangun 507 Rumah Syukur Gratis bernilai Rp39 Miliar di Seluruh Nusantara
· 3 menit baca · Diperbarui
Sinergi Mandiri Murid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Sehat Tentrem Wujudkan Kemanusiaan, Keimanan, dan Cinta Tanah Air Melalui Hunian Layak
CIREBON, 2026 — Dalam kurun waktu lebih dari dua dekade, gerakan kepedulian sosial yang digelorakan oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) terus menjangkau berbagai penjuru Indonesia. Hingga tahun 2026, OPSHID mencatatkan capaian luar biasa dengan merampungkan pembangunan 507 unit Rumah Syukur Layak Huni secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan total nilai bangunan mencapai lebih dari Rp39 miliar.
Program penyediaan rumah gratis ini tersebar luas dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Seluruh pembiayaan program dihimpun secara mandiri melalui iuran kolektif anggota, partisipasi murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, serta dukungan unit usaha di lingkungan Shiddiqiyyah, terutama Sehat Tentrem (ST)—tanpa menggunakan dana negara (APBN/APBD) maupun mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah dan pihak swasta.
Wujud Nyata Keimanan dan Cinta Tanah Air
Rumah Syukur merupakan salah satu pilar pengabdian OPSHID, organisasi kepemudaan di bawah naungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berpusat di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, di bawah bimbingan Mursyid Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
Dalam pilar gerakannya, OPSHID mengemban amanah sebagai pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, dan pelayan kealaman. Bagi murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, keimanan dan rasa cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan, melainkan wajib diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi kebahagiaan sesama anak bangsa.
Secara khusus, penyerahan Rumah Syukur senantiasa diselenggaran untuk memperingati tiga momentum kebangsaan utama:
1.# 17 Agustus — Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia
2.# 18 Agustus — Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
3.# 28 Oktober — Hari Sumpah Pemuda
Prinsip Kemandirian: Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) OPSHID, Mulyono, menegaskan bahwa prinsip pendanaan mandiri tanpa proposal ke pihak luar merupakan amanah langsung dari sang Mursyid.
"Dari ajaran sang Mursyid memang tidak memperkenankan OPSHID untuk mengajukan proposal pada pihak luar Shiddiqiyyah, OPSHID harus mandiri. Untuk itulah didirikan badan usaha seperti Sehat Tentrem. Harapannya, rumah yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak bagi penerima, tetapi juga menjadi amal yang manfaatnya terus dirasakan oleh keluarga mereka," tegas Mulyono.
Inovasi Pembangunan: Dari Rumah Pintar hingga Pemberdayaan Ekonomi
Tidak sekadar membangun fisik bangunan, OPSHID terus memperbarui standar kualitas dan kecepatan konstruksi. Pembangunan dilakukan secara utuh—mulai dari fondasi, kelengkapan perabotan, sanitasi, hingga siap huni.
Beberapa inovasi dan rekor pengerjaan Rumah Syukur antara lain:
Kecepatan Konstruksi: Pembangunan 5 unit Rumah Pintar Shiddiqiyyah di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, mampu diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 hari.
Penerapan Teknologi Modern: Pengembangan Rumah Pintar Shiddiqiyyah sejak 2016 yang menerapkan sistem otomatisasi rumah tangga, lampu smart LED, dan smart TV.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga: Banyak unit rumah dirancang khusus sesuai kebutuhan jangka panjang penerima. Contohnya, Rumah Syukur milik Iin Tafrichan (diresmikan Agustus 2026) yang dilengkapi ruang usaha di bagian depan, serta unit milik Setyo Utomo di Gunungkidul (2024) yang dilengkapi fasilitas kamar kos sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga.
Target Pembangunan Tahun 2026
Dinamika program ini terus menunjukkan grafik peningkatan signifikan. Setelah memecahkan rekor pembangunan tertinggi pada tahun 2025 dengan 103 unit, pada tahun 2026 OPSHID kembali bergerak cepat.
Satu unit Rumah Syukur telah diresmikan pada 18 September 2026, dan sebanyak 59 unit rumah baru mulai dikerjakan secara serentak sejak 22 September 2026 dengan target rampung sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Pembangunan masif ini berlangsung di tengah padatnya penyelesaian lima proyek khushushul khushush di Pesantren Pusat Shiddiqiyyah Jombang.