ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumpah Pemuda, OPSHID Persembahkan 507 Rumah Syukur untuk Bangsa Indonesia
· 5 menit baca · Diperbarui
**CIREBON, INDONESIA**,20/10/ 2026— Momentum ulang tahun ke-75 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 17 Oktober 2026, menjadi kesempatan bagi keluarga besar MEDIA OPSHID Cirebon untuk menyampaikan doa kebangsaan sekaligus menggelorakan semangat pengabdian kepada bangsa melalui gerakan nyata pembangunan Rumah Syukur oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).
Semangat tersebut semakin bermakna menjelang peringatan Tasyakuran Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya pada 28 Oktober 2026. Dua momentum bersejarah ini dipertemukan dalam satu pesan kebangsaan: **cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.**
Bagi OPSHID, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah untuk dikenang, melainkan amanat perjuangan yang harus terus dihidupkan melalui persatuan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial.
## Rumah Syukur, Persembahan OPSHID untuk Bangsa Indonesia
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi masyarakat, OPSHID menghadirkan gerakan pembangunan Rumah Syukur sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.
Gerakan tersebut dilaksanakan melalui semangat gotong royong, pengorbanan, dan kemandirian anggota, dengan tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Hingga tahun 2026, OPSHID mencatat pembangunan sebanyak **507 unit Rumah Syukur dengan total nilai lebih dari Rp39 miliar**. Program yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade ini dibiayai secara mandiri melalui partisipasi anggota, murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan dukungan lingkungan organisasi, tanpa menggunakan dana negara maupun mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah dan pihak swasta.
Pencapaian tersebut menjadi gambaran bagaimana kekuatan persatuan dan gotong royong masyarakat dapat diwujudkan dalam pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
Rumah Syukur bukan sekadar bangunan fisik yang menyediakan tempat berteduh. Lebih dari itu, setiap rumah mengandung pesan tentang rasa syukur kepada Allah SWT, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab moral untuk membantu sesama anak bangsa.
Melalui gerakan ini, OPSHID membawa semangat:
**"OPSHID Membangun untuk Bangsa Indonesia,
"OPSHID UNTUK INDONESIA RAYA"**
Sebuah semangat yang menempatkan pembangunan rumah sebagai bagian dari pengabdian kepada tanah air, sekaligus bukti bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial yang berkelanjutan.
## Menghidupkan Sumpah Pemuda dan Semangat Indonesia Raya
Peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober memiliki makna mendalam bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada Kongres Pemuda II tahun 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang daerah dan organisasi menyatukan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Momentum bersejarah tersebut juga menjadi tonggak diperkenalkannya lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman, yang kelak ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia.
Hampir satu abad setelah peristiwa tersebut, semangat persatuan para pemuda tetap relevan untuk menjawab tantangan kehidupan berbangsa.
Bagi OPSHID, nilai-nilai Sumpah Pemuda memperoleh makna praktis ketika persatuan diwujudkan melalui kerja bersama, kepedulian terhadap masyarakat, dan kesediaan berkorban demi kepentingan bangsa.
Pembangunan Rumah Syukur menjadi salah satu bentuk aktualisasi nilai tersebut. Anggota organisasi bergerak bersama, menghimpun kemampuan secara mandiri, serta mengerahkan tenaga dan sumber daya untuk menghadirkan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, Tasyakuran Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak hanya dimaknai melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata.
**Dari semangat persatuan lahir gotong royong. Dari gotong royong lahir pembangunan. Dan dari pembangunan Rumah Syukur, tumbuh harapan bagi keluarga Indonesia.**
## Doa Kebangsaan pada HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto
Sejalan dengan momentum tersebut, keluarga besar MEDIA OPSHID Cirebon menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-75 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ucapan ini disertai doa agar Presiden senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin, kebijaksanaan, serta petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan amanah kepemimpinan nasional.
Keluarga besar MEDIA OPSHID Cirebon juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus memperkuat persatuan nasional, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta memberikan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, pesantren, dan organisasi sosial kemasyarakatan.
Di tengah dinamika geopolitik global, derasnya arus informasi, dan potensi berkembangnya perpecahan sosial, persatuan bangsa menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, peringatan ulang tahun Presiden juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Negara menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya, sementara masyarakat dapat berkontribusi melalui gerakan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan gotong royong.
## Nasionalisme Bukan Hanya Slogan, tetapi Pengabdian
Gerakan Rumah Syukur yang dilaksanakan OPSHID menghadirkan pesan bahwa mencintai tanah air dapat dimulai dari tindakan sederhana tetapi berdampak besar bagi kehidupan sesama.
Membantu keluarga memperoleh tempat tinggal yang layak, meringankan beban masyarakat, dan membangun solidaritas merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan bangsa.
Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendiri Republik Indonesia, yakni persatuan, kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong.
Melalui gerakan pembangunan Rumah Syukur, OPSHID berupaya menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam pengabdian yang nyata dan berkesinambungan.
Di sinilah momentum ulang tahun Presiden Prabowo, Tasyakuran Sumpah Pemuda, dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya menemukan titik pertemuan: **membangun Indonesia memerlukan persatuan, rasa syukur, dan kesediaan untuk bekerja serta berkorban demi kepentingan bersama.**
## Doa untuk Presiden, Syukur untuk Negeri
Mengakhiri rangkaian pesan kebangsaan tersebut, keluarga besar MEDIA OPSHID Cirebon menyampaikan doa:
*"Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa, kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-75 kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.*
*Semoga Alloh SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur yang berkah, kekuatan lahir dan batin, serta kearifan dalam memimpin bangsa Indonesia menuju kehidupan yang mandiri, berdaulat, adil, makmur, dan bersatu padu.*
*Semoga semangat Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya senantiasa hidup dalam jiwa seluruh anak bangsa, menggerakkan persatuan, memperkuat gotong royong, dan menumbuhkan pengabdian nyata kepada tanah air tercinta."*
Melalui gerakan Rumah Syukur, OPSHID ingin terus menghadirkan kontribusi bagi masyarakat sekaligus menghidupkan semangat kebangsaan dalam tindakan nyata.
**Sebab mencintai Indonesia bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan untuk negeri ini, melainkan juga tentang apa yang kita bangun dan persembahkan bagi sesama anak bangsa.**