ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Momentum Sumpah Pemuda, OPSHID Perkuat Persatuan melalui Rumah Syukur
· 2 menit baca · Diperbarui
Cirebon, 27/10/2026, - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) mengajak generasi muda menghidupkan semangat persatuan melalui kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Semangat tersebut diwujudkan salah satunya melalui program Rumah Syukur, yaitu pembangunan rumah layak huni yang diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar OPSHID untuk menghubungkan rasa syukur atas momentum kebangsaan dengan tindakan yang bermanfaat bagi sesama.
Merawat Semangat Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada kongres tersebut, lagu Indonesia Raya karya W.R. Soepratman juga diperdengarkan untuk pertama kalinya. Halaman 125
Sembilan puluh delapan tahun kemudian, pesan persatuan itu tetap relevan. Generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari kesenjangan sosial hingga derasnya arus informasi di ruang digital.
Dalam keadaan tersebut, semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan dengan menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Persatuan juga dapat diperkuat melalui kerja bersama yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Rumah Syukur dan Semangat Gotong Royong
Menurut pemberitaan OPSHIDMedia pada 13 Oktober 2026, program Rumah Syukur telah menghasilkan 507 unit rumah dengan total nilai lebih dari Rp39 miliar. Media tersebut menyebutkan bahwa pembiayaan dilakukan secara mandiri melalui partisipasi warga dan dukungan unit usaha. opshidmedia.net
Pembangunan Rumah Syukur dilaksanakan pada sejumlah momentum kebangsaan, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan Hari Sumpah Pemuda. Rumah dibangun hingga siap dihuni dan diserahkan kepada penerima tanpa membebankan biaya pembangunan. opshidmedia.net
Dalam rangka tasyakuran Hari Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya ke-98, OPSHID juga menjalankan pembangunan 59 unit Rumah Syukur. Menurut laporan OPSHIDMedia, rumah-rumah tersebut ditargetkan rampung sebelum 28 Oktober 2026. opshidmedia.net
Melalui kegiatan tersebut, semangat gotong royong dihadirkan dalam bentuk kerja bersama untuk membantu keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Pengabdian untuk Indonesia
Bagi generasi muda, mencintai tanah air dapat dimulai dari lingkungan terdekat: membangun hubungan yang baik dengan sesama, peduli terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi sesuai kemampuan.
Organisasi menjadi ruang untuk menghimpun semangat tersebut. Di dalamnya, anggota dapat belajar bekerja sama, memikul tanggung jawab, dan mengubah kepedulian menjadi kegiatan yang terarah.
Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan perlu terus dirawat melalui tindakan. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, OPSHID mengajak generasi muda mengambil bagian dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
" Bersatu dalam persaudaraan, bergerak dalam pengabdian, berkarya Untuk Indonesia Raya."
Sumber informasi:
1. Direktorat Jenderal Kebudayaan: Kisah di Balik Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya — sejarah Kongres Pemuda II dan lagu Indonesia Raya.
2. OPSHIDMedia: Rumah Syukur OPSHID dari Masa ke Masa — data kumulatif dan penjelasan program.
3. OPSHIDMedia: Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis — pembangunan Rumah Syukur dalam rangka Sumpah Pemuda 2026.