Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Skema Sedekah Kolektif Shiddiqiyyah Danai Rumah Rp150 Juta per Unit

· 2 menit baca · Diperbarui

Skema Sedekah Kolektif Shiddiqiyyah Danai Rumah Rp150 Juta per Unit
Progres Rumah Syukur

Gerakan sedekah kolektif berbasis jemaah menjadi tumpuan utama pembangunan Rumah Syukur Layak Huni senilai Rp150 juta per unit, sekaligus menepis tudingan adanya kucuran dana asing dalam program sosial Tarekat Shiddiqiyyah.

Di tengah persiapan serentak pembangunan puluhan rumah dhuafa menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada akhir Oktober 2026, kelompok keagamaan tersebut membeberkan mekanisme pembiayaan mandiri mereka kepada publik pada Selasa (13/10).

Skema pembiayaan ini bertumpu pada sabda Nabi Muhammad SAW mengenai doktrin Yadullohi ‘alal jama’ah, yang dimaknai bahwa pertolongan dan kekuatan Tuhan senantiasa menyertai langkah kebersamaan umat.

Dalam pandangan jemaah, beban anggaran sebesar Rp150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) per unit hunian yang terasa sangat berat jika dipikul oleh satu individu dapat diselesaikan secara mudah melalui akumulasi iuran sukarela skala mikro.

Matematika Donasi Mikro dan Efek Kolektif

Mekanisme penggalangan dana akar rumput tersebut dijalankan melalui pembagian beban donasi bertingkat yang menghargai kontribusi sekecil apa pun dari masing-masing jemaah.
Apabila 15.000 anggota jemaah menyisihkan uang yang kerap dianggap receh sebesar Rp10.000, target pendirian satu unit rumah permanen dapat langsung tercapai seketika.
Pilihan nominal lainnya mencakup infak Rp50.000—setara nilai satu kali makan siang—dari 3.000 jemaah untuk melunasi biaya material bangunan, atau iuran Rp100.000 dari 1.500 jemaah guna menutup seluruh kebutuhan proyek.


Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kiai Mochammad Mukhtar Mu'thi mengajarkan filosofi tersebut dengan mengibaratkan kekuatan kebersamaan laksana himpunan tetesan air kecil.
Tetesan air yang semula tampak sederhana itu, ketika terkumpul dalam jumlah masif, berubah wujud menjadi kekuatan air bah yang mampu menyapu rintangan dan membawa perubahan sosial yang nyata.

Klarifikasi Isu Dana Asing dan Sumpah Kesanggupan

Tingginya intensitas pembangunan fisik yang tersebar di berbagai provinsi sempat memicu kecurigaan dari sebagian kalangan mengenai dugaan sokongan dana dari pihak luar negeri.


Pihak pengurus membantah keras narasi tersebut dan menegaskan bahwa kabar penerimaan dana asing merupakan fitnah menyesatkan yang lahir dari ketidakpahaman atas sistem urunan jemaah.
Kemandirian finansial ini diklaim berakar dari komitmen pengamalan Delapan Kesanggupan Murid Shiddiqiyyah, khususnya butir kesanggupan berbakti kepada sesama manusia serta mencintai tanah air Indonesia.


Di berbagai daerah proyek pembangunan, masyarakat umum dilaporkan berbondong-bondong hadir ikut menyumbangkan tenaga dan bantuan logistik dengan rasa ikhlas.
Pola pembiayaan partisipatif ini dipandang membuktikan bagaimana solidaritas keagamaan mampu menjadi sumber dana alternatif dalam menambal persoalan hunian masyarakat rentan tanpa bergantung pada anggaran negara.

Penulis:

Editor: PRY