Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Teknologi Informasi di Indonesia, dari Toko Daring hingga Rekam Medis

· 3 menit baca

Teknologi Informasi di Indonesia, dari Toko Daring hingga Rekam Medis
Seorang pelaku usaha, pelajar, dan tenaga kesehatan menggunakan perangkat digital. Simbol komputasi awan, AI, dan keamanan data menggambarkan teknologi yang mendukung kegiatan mereka. Ilustrasi AI,

Dari pesanan di toko daring hingga riwayat pasien, teknologi informasi menghubungkan data dan layanan. Bagaimana cara kerjanya, dan apa tantangannya?

OPSHIDMedia Cirebon| Teknologi — Ketika pembeli memesan barang lewat ponsel, aplikasi mencatat pesanan, memperbarui stok, dan meneruskan informasi pengiriman. Di fasilitas kesehatan, sistem serupa mengelola data yang jauh lebih sensitif, seperti riwayat pemeriksaan pasien. Dua contoh ini memperlihatkan bagaimana teknologi informasi bekerja dalam keseharian masyarakat Indonesia, dengan menghubungkan perangkat, aplikasi, dan jaringan agar data dapat digunakan saat dibutuhkan.

Ruang pemanfaatannya kian luas. Badan Pusat Statistik mencatat 77,63 persen penduduk Indonesia berusia lima tahun ke atas mengakses internet dalam tiga bulan terakhir pada 2025, naik dari 72,78 persen pada 2024. Publikasi Statistik Telekomunikasi Indonesia 2025, yang terbit pada 31 Agustus 2026, menggunakan antara lain data Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas. Badan Pusat Statistik Indonesia

Bagaimana teknologi informasi bekerja?

Teknologi informasi atau TI mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan sistem pengelolaan data. Ponsel, komputer, dan server merupakan perangkat keras. Sistem operasi dan aplikasi mengatur pekerjaan yang dijalankan perangkat tersebut. Jaringan seperti Wi-Fi dan internet memungkinkan perangkat bertukar data, sementara basis data membantu menyimpan dan menata catatan agar bisa ditemukan kembali.

Alurnya terlihat saat kasir memindai kode batang. Pemindai menangkap kode, aplikasi mencocokkannya dengan data produk, lalu sistem menghitung harga dan menyimpan transaksi. Bila terhubung ke jaringan, catatan itu dapat dikirim ke sistem pusat. Pengelola toko kemudian bisa mengambilnya kembali untuk memeriksa stok atau menyusun laporan penjualan. Pembatasan hak akses dan pencadangan data membantu menjaga catatan tersebut tetap terlindungi dan tersedia.

Dari ruang kelas hingga layanan kesehatan

Di sekolah, guru dapat membagikan materi, menerima tugas, dan mengembalikan hasil penilaian melalui satu platform. Pelaku usaha dapat mencatat pesanan dan persediaan dalam sistem yang sama. Di layanan publik, formulir dan pelacakan status permohonan secara daring memungkinkan warga mengurus sebagian keperluan tanpa datang ke kantor pelayanan.

Perkembangan terbaru terlihat di sektor kesehatan. Pada 1 September 2026, Kementerian Kesehatan meluncurkan SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik untuk menghubungkan data pasien dari berbagai fasilitas kesehatan. Dalam sistem tersebut, tenaga medis dapat mengakses informasi sesuai kewenangan dan persetujuan pasien. Ketika pasien berpindah fasilitas, riwayat yang sudah terhubung dapat membantu tenaga medis memahami pemeriksaan dan perawatan sebelumnya. kemkes.go.id

Komputasi awan, AI, dan tantangan perlindungan data

Komputasi awan memungkinkan organisasi menjalankan aplikasi dan menyimpan data pada infrastruktur yang dapat diakses melalui jaringan. Kecerdasan buatan atau AI menambah kemampuan untuk merangkum dokumen, mengelompokkan laporan, atau membantu petugas menelusuri informasi. Hasilnya tetap perlu diperiksa, terutama jika digunakan untuk mengambil keputusan yang berdampak pada orang lain.

Perluasan layanan digital juga membawa pertanyaan praktis. Bisakah warga mengakses layanan ketika koneksinya terbatas? Siapa yang berwenang melihat data pribadi? Bagaimana layanan dipulihkan ketika sistem terganggu? Dalam pengelolaan rekam medis elektronik, SATUSEHAT merujuk pada tiga prinsip keamanan, yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Prinsip itu punya arti langsung bagi pasien. Catatannya harus terlindungi, tetap akurat, dan tersedia bagi tenaga medis yang berwenang saat dibutuhkan.®

Sumber rujukan

- Badan Pusat Statistik — publikasi telekomunikasi edisi 2025 dan 2024 untuk konteks akses internet nasional. Statistik Telekomunikasi Indonesia 2025 · Edisi 2024

- Katadata Databoks — rincian persentase dan kelompok umur berdasarkan data BPS 2025. Persentase Warga Indonesia yang Mengakses Internet Meningkat pada 2025

- Kementerian Kesehatan — peluncuran integrasi rekam medis dan prinsip keamanan data. Peluncuran SATUSEHAT RME · Keamanan Data Rekam Medis Elektronik

Penulis:

Editor: PRY