ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Dari Gresik, Syekh Mukhtar Ingatkan Pertalian NU dan Muhammadiyah dengan Walisongo
· 2 menit baca
Kunjungan Syekh Mukhtar ke Panceng mempertemukan rencana pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin dengan pengingat tentang jejak Walisongo.
OPSHID Media Cirebon, 11/2026 — Rencana pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, menjadi momentum bagi Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi untuk mengingatkan pertalian pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dengan Walisongo.
Pesan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Tiga Ibadah pada 28 Oktober 2026. Mengutip laporan OPSHID Media, kunjungan itu mencakup agenda shillaturrochmi, santun, dan shodaqoh, serta peninjauan tanah untuk pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin di Jalan Daendels.
Pertalian Pendiri Dua Organisasi dengan Walisongo
Dalam mauidhoh chasanah, Syekh Mukhtar menyebut KH Hasyim Asy’ari memiliki hubungan keturunan dengan Sunan Giri. Sementara itu, KH Ahmad Dahlan disebut memiliki hubungan keturunan dengan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.
“Jadi, organisasi NU dan organisasi Islam Muhammadiyyah tidak bisa dilepaskan dari Walisongo,” ujar Syekh Mukhtar, sebagaimana diberitakan OPSHID Media.
Keterangan mengenai pertalian keluarga tersebut juga ditemukan dalam publikasi kedua organisasi. NU Online, melalui artikel *Trah Bangsawan dan Elite Agama dari KH Hasyim Asy’ari*, memuat riwayat nasab pendiri NU yang dihubungkan dengan Sunan Giri.
Adapun situs resmi Muhammadiyah memuat silsilah KH Ahmad Dahlan yang dihubungkan dengan Maulana Malik Ibrahim. Artikel itu merujuk buku Sutrisno Kutoyo, *Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Persyarikatan Muhammadiyah*, yang mengutip catatan silsilah keluarga. Pertalian ini perlu dipahami sebagai riwayat genealogis para pendiri, bukan sebagai keterangan bahwa kedua organisasi didirikan langsung oleh Walisongo.
Gresik dalam Jaringan Perdagangan dan Penyebaran Islam
Pembicaraan mengenai warisan para wali juga berkaitan dengan kedudukan Gresik sebagai kota pelabuhan. Laman resmi Bea Cukai Gresik mencatat wilayah tersebut telah lama menjadi pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang dari Tiongkok, Arab, Champa, dan Gujarat. Pada abad ke-15, Gresik berkembang sebagai pelabuhan perdagangan internasional.
Konteks tersebut membantu menjelaskan perjumpaan perdagangan, kebudayaan, dan agama di kawasan pesisir. UNESCO menerangkan bahwa Jalur Sutera merupakan jaringan rute darat dan laut. Melalui jalur maritim, perpindahan manusia dan barang turut membawa pertukaran pengetahuan serta penyebaran keyakinan, termasuk Islam ke Indonesia.
Menyiapkan Ruang Dzikir dan Pembelajaran
Menurut laporan OPSHID Media, Jaami’atul Mudzakkirin di Panceng direncanakan sebagai tempat bai’at dan pembelajaran ilmu thoriqoh. Rencana tersebut merupakan bagian dari cita-cita Syekh Mukhtar membangun 2.000 Jaami’atul Mudzakkirin di berbagai daerah.
Menutup kunjungan, ia mengajak murid Shiddiqiyyah bersyukur kepada Alloh serta memohon Ridlo-Nya atas rencana pembangunan tersebut.®
Sumber :
1. OPSHID Media — Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo, 30 Oktober 2026; sumber kegiatan dan pernyataan narasumber.
2. NU Online — Trah Bangsawan dan Elite Agama dari KH Hasyim Asy’ari, 14 Februari 2021.
3. Muhammadiyah — Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari: Seorang Habib Sekaligus Keturunan Wali Songo, 25 Juli 2022.
4. Bea Cukai Gresik — Sejarah, 29 Mei 2023.
5. UNESCO — About the Silk Roads.